Senin, 26 September 2011

6 Hal Yang Harus Di Pegang Teguh Oleh Para Penuntut Ilmu


Imam Asy-Syafi’i rahimahullah. Beliau  berkata :

أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ

Artinya :

“Wahai saudaraku… ilmu tidak akan diperoleh kecuali dengan enam perkara yang akan saya beritahukan perinciannya: (1) kecerdasan, (2) semangat, (3) sungguh-sungguh, (4) berkecukupan, (5) bersahabat (belajar) dengan ustadz, (6) membutuhkan waktu yang lama.”

(kitab Ta'limul Muta'allim)

Jumat, 23 September 2011

Menunda Beramal

إحَالَتُكَ الأعْمَالَ عَلىَ وُجُوْدِ الْفَرَاغِ مِنْ رُعُوْنَاتِ النَّفْسِ

Menunda Beramal Guna menantikan kesempatan yang lebih luang, termasuk tanda kebodohan diri

(kitab Al-Hikam)

Selasa, 20 September 2011

Berkurangnya Harapan

مِنْ عَلامَاتِ الإعْتِمَادِ عَلَى الْعَمَلِ نُقْصَانُ الرَّجَاءِ عِنْدَ وُجُوْدِالْزَلَلِ


"Termasuk tanda pengandalan pada amal ialah berkurangnya harapan ketika ada kesalahan"

(Kitab Al-Hikam)