KETIKA KU BERDIRI DIPUNCAK ARJUNO
Menapaki setiap jalan menanjak
seperti menghitung setiap detak jantungku
debar terasa menjuluri seluruh tubuh
yang sedang rindu pada indahnya alam
Aroma dedaunan menyapu semua kegersangan
sejuknya angin siang terasa seperti membalut
seluruh tubuh
panasnya matahari seolah tak peduli pada kaki-kaki
yang tetap berjalan
hijaunya pepohonan memagari
setiap rasa takut dan bimbang
Berdiri dipuncak Arjuno,
rasanya seperti menatap
setiap jengkal dunia
Berdiri dipuncak Arjuno,
seolah aku merangkul setiap manusia
Berdiri dipuncak Arjuno,
menyadarkanku akan kecilnya diri ini
Berdiri dipuncak Arjuno,
mengugurkan setiap perasaan sombong di hati
Berdiri dipuncak Arjuno,
mengajarkan arti indahnya kebersamaan
Berdiri dipuncak Arjuno,
semakin mendekatkan diriku pada-Nya
Berdiri dipuncak Arjuno,
mengajarkanku banyak hal yang tak bisa aku lupakan
Puncak Gunung Arjuno, 17 Agustus 2006
(For my beloved brothers in batu, perjalanan kita
menuju puncak arjuno telah mengajarkanku banyak hal)
Dari Tuhan Untuk-MU Tuan
Ketika tuan menanam padi yang tumbuh adalah padi
ketika tuan menanam benih pohon berduri yang
tumbuh pohon berduri
ketika tuan menanam kebaikan yang tumbuh adalah
kebaikan
ketika tuan menanam keburukan
yang tumbuh keburukan
Satu biji benih padi bisa
menumbuhkan lebih dari satu biji padi
satu benih pohon berduri akan
menghasilkan lebih dari satu duri
satu kebaikan akan
menumbuhkan lebih dari satu kebaikan
satu keburukan akan
menumbuhkan lebih dari satu keburukan
Begitu pula dengan hati kita
satu prasangka buruk akan
menumbuhkan keburukan yang lain
satu prasangka baik akan
menumbuhkan kebaikan yang lain
Tuan adalah ciptaan Tuhan
lahir dari satu benih yang
terus tumbuh menjadi seorang yang luar biasa
sekarang tuan sudah mampu
berdiri dan tertawa sesuka hati
pernahkan berfikir bahwa tuan
hidup sampai esok hari?
Kecongkakan yang tuan
ukir di dinding-dinding hati tuan
makin terlihat kotor dan
kusam semakin gelap
padahal orang-orang disekitar
tuan memohon tiada henti
tuan masih saja sibuk dengan
cekakak-cekikik tanpa peduli
Pintu hati tuan sudah
tertutup oleh kesombongan yang menyesaki hati tuan
mata tuan sudah rabun dengan
rupiah
tangan tuan sudah tidak mampu
lagi memegang amanah
Ingat tuan,
semua itu dari TUHAN untukmu
tuan.....
Sukabumi, 22
September 2010
"Hati
kita sedang di uji"
Kepada SANG SEPIKU
Di pelaminan kelabu Dari hati yang paling dalam aku mengatakan pada kau Sang
Sepiku, bahwa cinta, rindu dan sayang telah tumbuh dalam jiwa kita.
Seperti kita, yang selalu jadi teman-teman mereka yang sendu dalam kesunyian
dan kesepian malam, apalagi bila malam itu tanpa diriku disana. Hati mereka
begitu resah, hati mereka begitu gelisah, bercampur menjadi satu.
Tapi harus kita sadari, menjelang fajar nanti dengan ditemani kokok ayam dan
datangnya mentari dari ufuk timur sana, kau dan aku pun harus berpisah sampai
disitu. Malam ini adalah akhir sekaligus awal perjalanan kita ke depan. Entah nanti malam aku bisa
datang lagi atau tidak, hanya sang waktu yang tahu.
Tertanda
“Salam cinta dari Rembulan Hatimu”
10 Juli 2010
BELAJAR DARI KESENDIRIAN
Kesendirian mengajarkan kita, untuk bertafakur
berintrospeksi, dan memunajatkan hati.
Betapa sunyinya ketika kita jauh dari segala
hiruk pikuk agenda kehidupan.
Tapi dari kesendirian kita bisa menikmati
dalamnya hati kita,
menjelajahinya, menelusuri setiap bagian-bagian
yang seringkali kita lupakan.
Perasaan yang seringkaili di kesampingkan,
mengorek semua hal yang telah terjadi dalam hidup.
Kesendirian bila kita memaknainya dengan baik dan hati yang lapang,
itu menjadi nikamat yang tak terkira.
Dengannya kita bisa menganggapai semua
kenangan,
dan keinginan untuk meraih gari esok yang lebih
baik.
Menjadikan kesendirian sebagai sebuah perenungan diri, ternyata begitu
nikmat!!!!
Allah memang maha kuasa dengan segala perasaan
yang diberikan kepada setiap hamba-NYA.
Apalagi ketika kita berdiri di ketinggian seorang diri, betapa kecilnya kita,
padahal selama ini kita selalu menyombongkan apa yang kita miliki, yang hanya
bersifat sementara.
Berdiri menatap setiap lekukan ciptaan-Nya, menjatuhkan setiap pandangan pada
hal yang luar biasa milik-Nya.
La Haula Wala Quwwata Illa Billah............
Sukabumi,
02 Juli 2010
SUDAHKAH ANDA SEDEKAH HARI INI?
1 = 10
10 = 100
100 = 1000
1000 = 10000
10000 = 100.000
100.000 = 1.000.000
1.000.000 = 10.000.000
10.000.000 = 100.000.000
100.000.000 = 1.000.000.000
1.000.000.000 = 10.000.000.000
10.000.000.000 = 100.000.000.000
100.000.000.000 = 1.000.000.000.000
Janji Allah Jika anda mau bersedekah.
SUDAHKAH ANDA SEDEKAH HARI INI?
Sukabumi, 09 April 2010
Alif,ba,ta
Alif...Ba...Ta...
Ku mengeja huruf demi huruf
mulai dari alif ku tegakkan hatiku
untuk memulai kepastian rasa dihati ini
sampai ku arungi samudra cinta yang begitu luas
dengan sampan ba seorang diri
menelusuri setiap jengkal lautan itu
sampai ku bertemu seseorang yang naik di sampan ta
ini
mencoba tuk mengaruhi samudra cinta yang begitu
luas
Mudah-mudahan aku mampu melabuhan sampanku
di dermaga terindah milik-Nya.
Sukabumi, 21 Maret 2010
DI DINDING FACEBOOK 4
Ketika perasaan mulai menjerit akibat
ketidakjujuran
sekongyong-konyong datang keraguan dalam hati ini
ketika dia mempertanyakan akan kepastian itu
Di dinding facebook
ku teriakkan setiap jeritan rasa
yang menyelubungi hati ini
dihadapanmu wahai penguasa dinding maya
Di dinding facebook
aku tak peduli mereka merasa apa
yang aku ingin hanya kejujuran itu
tetap melekat di dasar hati kita
Tanpa harus menenggelamkan perasaan kita ke dalamnya.
(Pare, 02 Januari 2010)
DITENGAH KETIDAK PASTIAN
Ketika hati harus terpaling dari kepastian
ada segerintil penyesalan di tengah-tengah
Ketidakpastian
yang menyeruak menelusuri setiap jalan rasa
Jika beruntung maka mereka akan menemukan jalannya
yang nyata,
tapi jika kurang beruntung akan mereka temukan
perpecahan dalam diri,
pertentangan dalam hati
Pertempuran yang banar-benar menyesakkan hati.
Pare, 02 Januari 2010